1/16/2017

Nan Lian Garden, Taman Klasik ala Dinasti Tang

Image result for nan lian garden
foto tripadvisor


Hari minggu itu dalam rangka menyelamatkan dompet saya yang sudah semaput agar tidak bertambah sakaratul maut, saya tidak menerima kode-kodean dari para karib untuk berlibur ke Kampungnya Wong Jowo di Causeway Bay. Tapi saya juga tidak ingin berdiam di rumah sepanjang hari. Maka setelah melewati pemikiran yang panjang, sepanjang hubungan kita yang entah dimana ujungnya :p, saya menemukan tempat yang asyik untuk berlibur di minggu yang panas itu.

Pilihan saya jatuh ke taman kece badai di Diamond Hill, Kowloon. Sebenarnya saya sudah dua kali ke taman itu, tapi karena saat itu saya ke sana dengan banyak teman, saya tidak benar-benar menikmati pemandangan dan tidak bisa puas mengabadikan moment *Selfi maksudnya* #Plakkss.

Setelah naik Siupa dari rumah ke MTR Tai Wai, saya mengambil kereta jurusan Tiu Keng Leng, berhenti di Stasiun Diamond Hill dan keluar melalui exit C2. Usai mengetutkan patadong lalu menaiki eskalator dan tiba diluar stasiun, saya disambut eskalator panjang lagi menuju New Town Plaza. Tapi saya tidak menaiki tangga berjalan itu, karena saya harus belok ke kanan, belok kiri dengan track sedikit menanjak, lalu menyeberang pertigaan lampu merah hingga tibalah saya di tempat tujuan yakni Nan Lian Garden.

Seperti apa Nan Lian Garden itu? Simaq oret-oretan di bawah ini yaa

Nan Lian Garden adalah sebuah replika dari taman Yishouju dari taman Dinasti Tang. Taman klasik ini adalah satu destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan jika kamu berkunjung ke Hong Kong. Di tengah kepadatan dan ramainya negeri Buhinia, taman ini menjadi tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu bagi kamu, para pendamba kenyamanan dan ketenangan. Taman ini berdiri diatas tanah seluas 3,5 hektar, dibangun pada tahun 2003 dan selesai pada tahun 2006.

Tata letak taman berbasis air dengan tema alam ini setiap petak tanahnya dibangun dengan rancangan tertentu . Begitu memasuki pintu gerbang yang terbuat dari kayu penuh ukiran, kamu akan merasakan suasana khas negeri Tiongkok masa dulu.

Kolaburasi jalan setapak yang pinggirnya ditanami aneka macam pepohonan rindang yang dirawat dengan apik, semilir angin, bukit-bukit kecil buatan, fitur air, batu-batuan hias dan suara alat musik cina yang terdengar di sepanjang taman, membuat kamu seakan-akan sedang menjadi putri keraton atau pangeran yang sedang jalan-jalan di taman istana.

Taman eksotis yang dirancang dalam satu arah melingkar ini memiliki banyak bangunan paviliun terbuat dari kayu yang kokoh dengan struktur yang sangat indah. Diantara banyak paviliun itu ada satu yang sangat menarik mata. Saya menyebutnya Pagoda Emas *Entah benar atau salah, saya tetap menyebutnya demikian :D*. Pagoda ini berwarna kuning layaknya emas murni mengkilat dan memiliki jembatan berwarna orange yang terhubung dari depan dan belakang.

Semakin indah dipandang karena pagoda emas ini dikelilingi oleh air tidak mengalir yang menyerupai kolam dengan tumbuhan air yang merambat diatasnya. Letak pagoda ini berhadapan dengan Lotus Terrace dan jembatan menuju Chi Lin Nunnery.

Dari pagoda emas berjalan lurus ke depan kamu bakal disambut oleh paviliun yang di sebelahnya terdapat kincir dari kayu lengkap dengan air yang mengalir dari tempat yang cukup tinggi. Tempat ini bagus banget buat foto-foto dengan background seperti air terjun yang tenang.

Berada di taman ini, kamu tidak perlu takut kelaparan, karena di taman ini terdapat rumah makan vegetarian dan tempat yam cha-sebutan minum teh untuk orang cina. Lalu ada juga toko souvenir yang menjual berbagai macam kerajinan tradisional cina, tembikar dan porselen.

Dari pagoda emas, lotus terrace lalu melewati jembatan, kamu bakal sampai di Chi Lin Nunnery. Sebenarnya Nan Lian Garden dan Chi Lin Nunnery adalah dua tempat yang terpisahkan oleh jalan raya. Tapi dengan adanya jembatan penghubung yang didominasi warna putih itu, kamu ga bakal tahu jika di bawah jembatan yang kamu lewati itu banyak sekali kendaraan berseliweran.

Chi Lin Nunnery sendiri adalah rumah mirip biara yang memiliki lorong-lorong panjang, yang mana tiap lorong terdapat patung-patung budha dan aneka bebatuan hias bertuliskan huruf cina yang dipajang di teras. Di tempat ini kamu bakal melihat orang-orang beragama budha berdiri di depan patung dengan tangan menangkup di dada dan beberapa gerakan sembahyang lainnya menurut ajaran mereka.Meski tempat ini digunakan sebagai tempat sembahyangan dengan bebauan dupa di beberapa sudut, tapi tempat ini jauh sekali dari kesan mistis.

Tak seperti Nan Lian yang dirancang melingkar, Chi Lin Nunnery dirancang berbentuk persegi panjang dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan tinggi. Di tengah-tengah bangunan terdapat taman dengan jalan meliuk-liuk mengitari kolam bunga teratai dan juga beberapa tanaman hias beraneka warna di dalam pot besar.

Untuk menjaga kenyamanan pengunjung lain, maka di beberapa tempat kamu bakal melihat Ayi atau Asuk penjaga. Di tempat ini kamu ga boleh bicara keras, makan, merokok, membawa anjing dan berfoto memakai tongsing. *Untuk yang terakhir ini pengalaman saya sendiri* #eaakkk.

* Yesi Armand Sha. Ditulis tahun 2016.

No comments:

Post a Comment

YESI ARMAND © 2019 | BY RUMAH ES