11/20/2017

KJRI HK dan FLP HK Gelar Workshop Jurnalistik Tanpa Politik

Minggu, 7 November 2017, bekerja sama dengan KJRI HK, FLP HK mengadakan workshop kepenulisan yang dihadiri oleh sekitar 90 peserta yang kesemuanya adalah BMI Hong Kong. Dengan mengambil tema "Jurnalistik tanpa Politik", workshop kali itu menghadirkan narasumber M Aji Surya, seorang mantan jurnalis Tempo dan juga Arifin Asydhad, founder detik.com.

Sebagai mantan jurnalis yang sudah lama terjun ke dalam dunia tulis menulis, M Aji Surya yang saat ini menjabat sebagai Pensosbud Diklik di Korea Selatan itu memberikan tips menulis kepada para peserta di ruang Mezanin KJRI Hong Kong siang itu.

M Aji Surya. Foto FLP HK

‘’Tulisan apa yang menarik? Buatlah tulisan yang tidak diketahui oleh publik, tulisan yang membuat mereka terinspirasi, sedih, iba dan membuat orang lain ingin tahu,’’ tutur M Aji Surya.


‘’Karena media adalah urusan yang wow, maka akan sangat membantu penulis jika ia tahu tentang sesuatu yang sedang wow, atau istilahnya sedang trending. Sesuatu yang sedang dibicarakan oleh publik itu bisa dikaitkan dengan isi tulisan kita dan dipastikan itu bisa menjadi daya tarik orang lain untuk membaca dan penasaran dengan tulisan kita,’’ tambah M Aji.

Selain M Aji Surya, Arifin Asyhdad yang saat ini menjadi pimred Kumparan.com, juga membagikan kiat-kiat menulis kepada para peserta. Arifin mengatakan bahwa menulis itu harus bertanggung jawab.

Jangan jadi penulis yang tidak bertanggung jawab seperti yang sedang marak di media sosial belakangan ini, di mana judul dan foto tidak sesuai dengan isi berita. Juga jangan jadi penulis yang copas tanpa menyebutkan sumbernya. Karena itu seperti nyolong tulisan orang lain. Jika ketahuan bisa dilaporkan dan berurusan dengan hukum.


‘’Kiat yang kedua, pahami apa yang ditulis. Jangan sampai menulis sesuatu yang kelihatannya keren dengan bahasa tingkat tinggi namun tak tahu apa maksud tulisannya. Kiat yang ketiga adalah deskriptif, maksudnya ada data dan hal-hal yang dimasukkan.

Untuk kiat keempat, sempit dan fokus. Buat kalimat jangan panjang-panjang, maksimal 20 kata. Karena tulisan yang baik adalah tulisan yang mudah dipahami dan tidak membuat pembaca ngos-ngosan ketika membacanya. Dan untuk kiat yang terakhir adalah news value, buatlah tulisan yang mempunyai nilai lebih. Yang punya nilai jual,’’ tutur Arifin Arsyad.

Arifin Arsyad. Foto FLP HK


Selain kedua narasumber, ada juga wakil pimred kumparan.com, Rachmadin Ismail yang mengajak dan memberi semangat peserta untuk menulis. Rachmadin mengatakan, bahwa semua orang, termasuk BMI Hong Kong bisa menjadikan Kumparan sebagai tempat untuk latihan menulis.
Rachmadin kemudian mengajari peserta bagaimana caranya login ke kumparan.com, lalu menulis, dan ngepost tulisan.

Foto FLP HK


‘’Kumparan itu dijangkau oleh 900-an ribu pembaca. Jadi jika teman-teman menulis di sana, tulisannya bisa dibaca orang banyak. Kan lebih bermanfaat menulis di sana daripada pengalamannya ditulis di buku diary dan hanya dibaca sendiri,’’ tutur Rachmadin. (*)

No comments:

Post a Comment

YESI ARMAND © 2018 | BY RUMAH ES