3/17/2018

Sowan Tipis-Tipis ke Masjid Kowloon di TST

Photo net

Mayoritas berpenduduk Atheis dan beragama Konghucu, bukan berarti tak ada masjid di negeri Jackie Chan ini. Mengingat jumlahnya yang sangat sedikit, rasanya tak afdol jika kamu berkunjung ke Hong Kong, tapi tak mampir untuk sekedar menunaikan shalat sunnah dua raka’at di masjid TST ini.

Masjid TST ini adalah masjid yang paling dekat dengan tempat saya bekerja. Konon kata Wikipedia, masjid ini dibangun pada bulan Sya’ban 1404 H/19834 M dan berdiri di bidang tanah seluas 1.500 meter persegi. Pertama kali dibangun menghabiskan dana HKD $25 juta dan muat menampung 200 jama’ah. Namun sejak mengalami renovasi pada tahun 2008, masjid TST sampai saat ini mampu menampung jama’ah sebanyak 3500 orang.

Didesain oleh arsitektur IM Kadri (arsitek terkenal asal india), masjid ini berbentuk persegi dengan kubah putih yang besar bagian atasnya. Berdiri megah ditengah-tengah metropolitan daerah TST yang mana daerah itu dikelilingi oleh pusat perbelanjaan, Star fery, beberapa museum dan dekat dengan Avenue of Star. Lokasi tepatnya berada di 105 Nathan Road, TST, Kowloon, Hong Kong.

Namun bagi kamu yang baru pertama kali ke Hong Kong, tak usah berpusing-pusing ria seperti pusingnya milih kandidat presiden tahun 2019 nanti, untuk mencari alamat yang pasti membingungkan ini. Karena kamu cukup naik MTR (Kereta bawah tanah) turun di stasiun Tsim Sha Shui kemudian keluar melalui exit A. Nah dari exit itu kamu cukup belok ke kiri, jalan beberapa langkah dan ketemu masjidnya. Kubah masjid sudah kelihatan kok kalau kamu mendongakkan kepala begitu sampai diluar stasiun MTR.

Untuk mencapai lantai dasar, kamu perlu jalan menaiki beberapa anak tangga. Konon keberadaan tangga itu membuat posisi masjid lebih tinggi dari bangunan di sekitarnya. Dan ternyata hal itu sangat membantu kenyamanan aktifitas di dalam masjid karena tak perlu terganggu dengan suara ramai kendaraan dan orang-orang yang lalu lalang di depan masjid. Maklum, bagian depan masjid ini mepet dengan trotoar, dan sebelahnya trotoar adalah jalan raya yang tak pernah berhenti beroperasi.

Keberadaan masjid ini sangat berguna untuk perkembangan syi’ar Islam di negeri beton. Sebagaimana fungsi masjid pada umumnya, masjid ini digunakan untk beribadah, dan juga digunakan untuk ngaji. Biasa yang ngaji adalah anak-anak Pakistan dan anak-anak Indonesia yang orangtuanya menjadi residen Hong Kong. Lalu, masjid ini kadang juga digunakan sebagai tempat akad nikah, dan di hari minggu, biasa digunakan oleh mbak-mbak yang liburan untuk tempat pengajian, yang tentu saja harus mendapat ijin dari pengurus masjid.

Masjid ini terdiri dari tiga lantai untuk sholat, satu aula yang sangat luas yang berada di lantai dasar, klinik medis dan perpustakaan. Ada banyak relawan muslim Pakistan yang kebanyakan laki-laki yang bertugas menjaga kebersihan dan menjaga kelangsungan kegiatan. Pada bulan ramadhan para relawan ini juga bertugas menyiapkan takjil untuk para jama’ah yang berbuka puasa di masjid.

Selain orang Indonesia, keberadaan masjid ini juga sangat membantu etnis lain seperti Cina, Pakistan, Inggris, Prancis, Filipina dan Bangladesh. Namun beberapa etnis itu hanya tampak beberapa saja, karena jama’ahnya banyak didominasi oleh para BMI-HK, terutama pada hari libur.

Masjid ini memiliki tempat wudhu yang menarik. Yakni satu bagian bersekat-sekat dengan dilengkapi tempat duduk yang bundar. Untuk tempat wudhu wanita berada di sebelah kiri masjid yang dekat dengan bangku bundar berjajar. Namun jika di tempat itu sudah full, kamu bisa berjalan agak jauh ke depan, yakni ke belakang masjid, disana ada tempat wudhu kedua bagi wanita yang sama luasnya dengan tempat wudhu yang pertama, lengkap dengan toilet.

Oiya, masjid TST ini dekat dengan Kowloon Park lho. Jika kamu mampir ke masjid ini, jangan lupa pula mampir ke taman yang berada di belakang masjid. View nya bagus banget. Itung-itung sekali mendayung, dua tiga pulau terjelajahi :d

*Yesi Armand Sha. HK, 17 Maret 2018.

No comments:

Post a Comment

YESI ARMAND © 2019 | BY RUMAH ES