4/30/2018

Permata sang Disleksia: Taare Zameen Par

photo net

Jika biasa film-film India sering mengambil tema percintaan yang menampilkan adegan romantis dan nyanyian beserta tarian yang kadang erotis, maka di film Taare Zameen Par ini ada sesuatu yang lain dan fresh yang disuguhkan kepada penonton.

Dalam bahasa indonesia, Taare Zameen Par artinya seperti bintang-bintang di langit. Film besutan Aamir Khan ini rilis pada bulan Desember 2007. Dibintangi oleh Aamir Khan sebagai Ram Shankar Nikumbh  dan Darsheel Safary, sang pemeran tokoh Ishaan.

Taare Zameen Par bercerita tentang Ishaan, seorang anak kelas tiga SD yang memiliki dunia berbeda dengan teman-teman seusianya. Ishaan yang sudah berusia sembilan tahun masih memiliki kesulitan mengenal huruf dan angka-angka. Ia tidak bisa membaca dengan baik. Ishaan melihat deretan huruf di buku pelajarannya adalah sebagai sesuatu yang lain. Di dalam pikirannya, huruf-huruf itu kadang memiliki tangan, kaki, ekor dan berbagai bentuk aneh lainnya. Ishaan juga selalu kesulitan saat berhadapan dengan angka-angka. Maka hal itu berakibat pada nilai akademisnya yang selalu rendah. Dari total nilai 25, Ishaan hanya mampu mengumpulkan nilai tiga, bahkan dua.

Segala keanehan-keanehan yang ada pada diri Ishaan, membuatnya mendapat julukan bodoh, nakal, malas dan idiot dari teman-temannya. Gurunya juga sering merasa kesal dan geram. Bahkan orang tuanya pun juga putus asa dan tampak kecewa.

Bagi anak-anak, menjadi berbeda adalah sesuatu yang sangat tidak menyenangkan, karena seusia mereka biasa menyukai sesuatu yang sama dengan teman lainnya. Sebenarnya Ishaan pun demikian, jika boleh memilih, pasti Ishaan ingin terlahir normal, dan bisa seperti kakaknya yang pandai dan selalu mendapat rangking satu.

Asyik dengan mainannya sendiri, tak peduli dengan dunia yang geger :p | photo net

Ishaan yang berbeda, kemudian harus  sendirian menghadapi dunianya yang aneh  setelah orang tuanya mengirim ia dengan paksa ke sekolah asrama. Jika biasanya ada ibu yang perhatian, menyayangi dan mendampingi, maka di sekolah asrama Ishaan harus melakukan segala sesuatu seorang diri.

Di tempat yang baru, kehidupan Ishaan tak lebih baik dari tempat yang lama. Selain harus beradaptasi dengan teman baru, berhadapan dengan guru baru yang galak dan tak sabar menghadapinya yang lemot, permasalahan Ishaan tentang mengenal huruf juga belum ada perkembangan. Hari-hari kemudian terasa menjadi sangat berat bagi Ishaan. Ia semakin benci pergi ke sekolah. Huruf dan angka menjadi musuh besarnya. Ishaan membuang buku-bukunya ke tempat sampah , dan tas ranselnya dilemparkan dari lantai atas. Ishaan seperti terkurung dalam ruang yang menyiksa. Sedih, tertekan, merasa terbuang, kehilangan kepercayaan diri membuat Ishaan semakin hancur.

Beberapa hari kemudian, sekolah asrama memiliki guru kesenian baru bernama Ram yang diperankan oleh Aamir Khan. Metode pengajaran guru Ram sangat berbeda dengan guru kesenian yang lama, guru Ram membebaskan semua anak didiknya untuk berimajinasi sebebas-bebasnya. Semua murid-murid sangat bergembira menyambut pelajaran dan cara mengajar yang berbeda, namun ada satu siswa yang tampak menarik perhatian guru Ram karena siswa itu tampak sangat murung dengan harapan dan tatapan kososng. Dan siswa itu adalah Ishaan.

Guru Ram lalu mencari informasi tentang Ishaan. Ia mendatangi rumah Ishaan untuk menanyakan perihal Ishaan pada orangtuanya. Semua hal sudah dilakukan, hingga pada akhirnya satu permasalahan ditemukan, yakni Ishaan memiliki penyakit disleksia.

Guru Ram bercerita mengenai Ishaan pada sahabatnya. Ram sampai hendak menitikkan air mata ketika berkata bahwa Ishaan dalam bahaya. Ram tak bisa membayangkan, kegelapan seperti apa yang sudah mengurung ishaan selama ini. Ram tahu jika Ishaan sudah hancur, dan Ram tidak tahu masa depan apa yang masih bisa dimiliki oleh Ishaan, karena satu-satunya hal yang disukai Ishaan sudah tak pernah Ishaan lakukannya lagi. Ishaan yang biasa sangat suka melukis, kini tak mau melakukannya lagi. Ishaan menyerah pada semuanya.

Sampai di sini ada pelajaran yang sangat bagus untuk diambil. Anggapan sebagian orang, berprofesi sebagai guru berarti ketika pelajaran di kelas usai artinya tugas telah rampung. Nah, hal itu tak berlaku bagi guru Ram. Sebagai pendidik, guru Ram juga memikirkan permasalahan yang dihadapi siswanya. Ram tak bisa menutup mata dan membiarkan semuanya begitu saja. Ram membantu mencari dimana titik masalahnya,  kemudian mendampingi siswanya melangkah mencari jalan keluar. Ram adalah contoh pendidik yang baik yang ikut berpikir agar anak didiknya memiliki masa depan yang cemerlang.

Sebagai guru dan juga orangtua, kita laik belajar dari sosok Ram ini. Dimanaa Ram yang sangat paham bahwa diri setiap anak memiliki keistimewaan masing-masing. Orang tua harus membuang jauh-jauh anggapan jika si anak tak pandai A berarti anak itu bodoh, karena jika tak pandai di A, pasti anak memiliki kelebihan lain pada bidang B atau C. Yang harus dilakukan oleh orangtua adalah tetap harus mendampingi anaknya. Orangtua harus tahu kecenderungan dan kesukaan anak pada hal apa, karena jika anak menyukai sesuatu, bisa jadi itu adalah passionnya di masa depan.

Guruable. Guru Ram telaten ngajari Ishaan belajar | photo net

Seperti orang dewasa, payah dalam satu hal pasti akan membuat kita merasa sedih dan mungkin marah pada diri sendiri, mungkin akan berkata, kenapa aku tidak bisa, nah anak-anak pun pasti memiliki perasaan demikian. Sedih karena tak mampu melakukan sesuatu saja sudah membuat mental menjadi down, maka sebagai orangtua jangan menambahi rasa tertekan anak menjadi lebih berat. Jika anak sudah berusaha namun belum berhasil, orangtua tak harus terus-terusan menyalahkan anak shingga anak meras terpojok. Melakukan hal itu berarti menambah luka di hati anak. Orangtua harus tetap menyayangi, memaklumi dan perhatian.

‘’Perhatian memberi kekuatan untuk menyembuhkan,’’kata guru Ram yang seolah tamparan keras bagi ayah Ishaan.

Singkat cerita setelah berbagai usaha dilakukan oleh guru Ram, Ishaan mulai mengalami perkembangan yang baik dalam belajar. Ishaan bisa membaca. Kepercayaan dirinya pelan-pelan juga mulai kembali. Dan Ishaan yang dicap bodoh, idiot, kemudian menjadi kebanggaan keluarganya ketika akhirnya ia memenangkan lomba lukis yang diadakan di sekolahnya. Ishaan bahagia, Guru Ram bahagia dan orangtuanya juga bahagia. Ishaan sudah menemukan permata dalam dirinya. Every child is special.

Finally we can see Ishaan's smile :)

photo net

*HK, Yesi Armand Sha

No comments:

Post a Comment

YESI ARMAND © 2019 | BY RUMAH ES