12/18/2018

Melihat Potret Masa Lalu Hong Kong di Hong Kong Museum of History #1



Hong Kong Museum of History, artinya dalam bahasa Ibu adalah Museum Sejarah di Hong Kong. Entah kenapa ketika membaca nama museum ini saya jadi kepikiran, ternyata Hong Kong yang megah ini tidak ujug-ujug seperti ini, melainkan punya masa lalu juga. Dan ternyata, masa lalu bukan hanya milik mantan yang bikin sampeyan susah moveh on, ya... hihi *ngomong apasii*

Minggu 16 Desember kemarin saya berkesempatan mengunjungi museum ini. Etapi mau flash back sedikit ya, hehe. Aslinya ini kali pertama saya dan teman kesana. Sebelumnya, tak ada persiapan apapun karena kami janjiannya di Sabtu malam ketika sudah larut sekali. Minggu pagi saya juga tidak sempat mencari info atau minimal gugling petunjuk arah pergi kesana.

Jam dua siang kami tiba di MTR. Lalu berbekal GPS-nya ponsel teman saya, kami berjalan mengikuti tanda panah. Setelah jalan, muter-muter, lalu jalan lagi, kami malah terperangkap di The Hong Kong Polytechnic University  yang isinya anak-anak muda laki perempuan yang bawa ransel dan keren-kerenn *mupeng kuliah*.

Agak bingung ketika sampai di sana, karena panah ponsel teman saya ga jelas gitu. Tapi ditengah badai kekhawatiran ini, kami terselamatkan berkat pak dosen muda yang kami tanyai dan memberitahu dimana letaknya.

Awalnya pak dosen muda hanya menunjukkan bahwa tempatnya di sana, seraya menunjukkan tangan. Kami pun mengiyakan lalu terimakasih dan hendak mulai berjalan. Tapi entah ga tega atau kasihan sama kami atau malah sayang (skip), pak dosen tak membiarkan kami mencari sendiri. Pak dosen lalu jalan dan bilang kalau lewat sini. Kami pun mengikuti, dan disepanjang jalan, pak dosen sesekali menoleh ke belakang, mungkin untuk memastikan bahwa kami mengikutinya. Makasih sekali pak dosen yang baik hati heheh.



Entah, ngulik sejarah suatu tempat itu  rasanya menyenangkan sekali. Kita seakan jalan-jalan ke masa silam untuk menyelami sebuah kenangan. Dengan mata kepala sendiri, kita seakan melihat pergerakan, aktifitas dan bagaimana suatu tempat itu berproses. Mungkin semacam nonton tanyangan slide masa lampau. 

Kenangan tentang Hong Kong, sebagiannya terekam di dalam museum sejarah ini. Letak museumnya berada di Tsim Sha Shui bagian timur. Gedungnya besar sekali. Entah ada berapa lantai. kemarin nggak sempat ngitung hhehe.

Museum sejarah ini memiliki dua pintu utama. Yang pertama ada di lantai satu yang sering diakses pengunjung. Untuk menuju kesana, kita harus menaiki anak tangga yang lumayan tinggi. Tapi ada juga lift dan eskalatornya kok. Jadi yang takut capek, bisa pilih satu diantara dua alternatif ini.

Untuk pintu yang kedua berada di lantai dasar. Pintu utama yang ini terkesan dingin dan angkuh. Mungkin karena sedikit orang yang masuk lewat sini.Tapi kebetulan saya kemarin menjadi bagian yang sedikit ini. Saya masuknya lewat pintu ini.

Setelah masuk lewat pintu otomatis, kami lalu disambut hangat oleh petugas. Mungkin petugas itu sudah tahu maksud kedatangan kami, jadi kami langsung diinstruksikan untuk menaiki lift menuju lantai dua. Kami pun menurut, dan di lantai dua kami lalu disambut oleh petugas lain dengan ramah seraya menyilakan kami memasuki sebuah ruangan.

Ruangan terbuka itu minim cahaya tapi ramai karena banyak sekali pengunjung. Kebetulan pengunjung yang mendominasi ruangan itu adalah para orang-orang lanjut usia yang duduk di atas kursi roda, dan dengan masing-masing kursi didorong oleh seorang pemuda berjaket sama. Sepertinya pemuda ini adalah aktifis yang bertanggung jawab memandu tour kakek nenek itu.





Ruangan itu berisi puluhan replika benda-benda pada jaman dinasti Tang. Ada replika istana kaisar lengkap dengan tangganya yang mirip red karpet. Ada singgasana kaisar, tempat camilan, tempat meletakkan hewan kesayangan kaisar, dan ada tulisan Cina yang dihias indah dipajang di dinding ruangan itu.

Selain berbagai replika itu, ada juga kayu ukiran yang biasanya dipasang pada tiap ujung atap bangunan. Lalu di sebelah ukiran kayu itu, ada layar monitor cukup besar yang menempel di dinding yang memutar tentang proses pengukiran. Ternyata yang mereka lakukan pertama kali adalah menggambar terlebih dahulu. Setelah gambar jadi dan sesuai dengan yang diharapkan, gambar itu diletakkan di atas kayu yang telah disiapkan. Setelah itu, kayu diukir sesuai bentuk gambaran.





Selesai ngulik di ruangan minim cahaya itu, kami keluar lalu menaiki eskalator menuju ke ruang bawah tanah. Ruangan ini sebenarnya ada di lantai satu, tapi didesain mirip sekali seperti lantai bawah tanah. Pintu utamanya berupa batu melengkung yang diatasnya ada tulisan empat ratus juta tahun yang lalu. Entah batu itu batu asli atau bukan hehe.







Setelah bebatuan ini, masih ada lagi barang-barang lain yang jika ditulis disini, akan sangat panjang. Maka dari itu, tulisan tentang museum sejarah akan saya bagi menjadi dua bagian. Tulisan selanjutnya akan segera rilis:)

Oiya untuk akses ke museum ini ada tiga pilihan ;
1. MTR Jordan, keluar melalui exit D dan berjalan sepanjang Austin Road menuju Tsim Sha Shui selama 20 menit.
2. MTR Tsm Sha Shui, keluar exit P2, berjalan ke Catham Road South selama 10 menit.
3. MTR Hung Hom exit A1. Jalan lurus ke depan, lalu belok kiri mengikuti jembatan berwarna biru kuning.

Jam buka:
1. Senin, Rabu sd Sabtu buka dari jam 10.00 - 18.00.
2. Hari Minggu dan libur lainnya buka mulai jam 10.00 - 19.00.
3. Tutup setiap hari Selasa (kecuali hari libur)
4. Dua hari pertama Tahun baru Cina, tutup pada pukul 17.00.

Alamat: 100 Catham Road South, Tsim Sha Shui Timur, Kowloon, Hong Kong.


*Yesi Armand Sha, Tai Wai, 18-12-2019.







YESI ARMAND © 2019 | BY RUMAH ES