7/17/2019

Dapoer Kita, Restoran Indonesia ala Kafe yang Ada di Hong Kong

Sudah seabad rasanya tidak pergi ke Causeway Bay. Maka ketika ada beberapa hal yang perlu diselesaikan, kemarin Minggu saya terpaksa pergi ke sana setelah sebelumnya menyelesaikan keperluan dengan orang Hong Kong di stasiun Kowloon Tong.




Dari Kowloon Tong ke Hung Hom, ada bis menuju Causeway Bay yang hanya memakan waktu tidak lebih dari lima belas menit saja untuk sampai di sana. Saya mengajak teman naik bis, tapi teman saya menggeleng mantap karena ia gampang mabok kendaraan. Maka sebagai teman yang baik dan pengertian, saya menurutinya naik kereta bawah tanah aka MTR meski mengharuskan kami oper kereta beberapa kali.

MTR Causeway Bay di hari Minggu tidak berubah sama sekali sejak seabad yang lalu. Masih sesak, penuh orang, terlalu ramai ditambah suara orang-orang bercampur suara pintu keluar masuk menuju area kereta yang mirip sarang lebah. Lumayan membuat pusing.

Kami keluar melalui exit F dengan perut yang sudah sangat keroncongan. Kami memang sengaja tidak memasukkan sesuatu apapun ke dalam perut karena kami sebelumnya sudah berencana akan langsung mencari makan begitu tiba di Causeway Bay. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya, saya sering melakukannya hal ini di hari Minggu. Saya malas dan jarang sarapan karena lebih memilih merangkapnya dengan makan siang. Saya suka sekali menunggu perut sangat keroncongan, karena makan di saat kelaparan rasanya akan jauh lebih nikmat. Kebiasaan ini tapi tidak saya rekomendasikan buat sampeyan ya, karena berpotensi mengundang penyakit maagh :P



Namanya Restoran Dapoer Kita. Yang merekomendasikan tempat makan itu adalah teman saya. Sebagai seorang teman yang baik dan pengertian kedua kalinya, saya hanya manut saja menuruti keinginan teman saya agar dia bahagia *bhwahaha skip* Katanya warung makan ini baru buka dua mingguan. Lokasinya dari KJRI Hong Kong nyebrang ke arah deretan gedung kantornya Dompet Dhuafa Hong Kong, atau jalan ke arah jalan buntu. Di lantai dasar, gedung nomer dua dari jalan buntu. Tepatnya di bawah kanan palang gedung Shelternya Dompet Dhuafa.


Nasi ikan kuning pesanan teman saya datang lebih cepat dari ikan bakar yang saya pesan. Selagi menunggu, saya penasaran dan ikut incip-incip ikan kuning milik teman saya. Ketika ikan itu sampai di lidah, saya cukup kaget karena rasanya melebih apa yang saya harapkan. Enak, bumbunya pas dan rasa Endonesia banget.



Tak lama kemudian pesanan saya juga datang. Ikan bakar dengan sambal penuh menutupi seluruh ikan. Pertama kali yang saya lakukan adalah ndulit sambelnya. Saya dibuat kaget yang kedua kali. Rasa sambelnya manis, pedas dan tidak terlalu asin. Saya suka sambel tipe ini. Setelah itu saya lalu menyuwir ikan bakar yang warnanya kehitaman. Ikannya fresh dan terasa banget kalau sangat segar. Tapi kalau disuruh memberi nilai, dari total sepuluh saya terpaksa menyumbang angka 8,9.  Alasannya? Ikan bakar pesanan saya lumayan asin. Saya kurang suka sama jenis rasa ini. Eh tapi ini hanya penilaian saya saja loh ya, oranglain mungkin akan memberi nilai yang lebih tinggi. Semua hanya perbedaan selera hehe.

Selagi makan kami sempat berbincang-bincang sedikit dengan seorang ibu-ibu yang membantu di sana. Menurut ceritanya, pemilik restoran Dapoer Kita ini adalah pak Dody, berasal dari Bangka Belitung. Yang memasak adalah mantan chef dari warung Chandra di sebelah KJRI yang kini telah tutup. Sedang yang menjadi pegawai di Dapoer Kita ini adalah istri, anak dan menantunya pak Dody. Bisa dibilang ini seperti restoran keluarga . Pasti menyenangkan ya memiliki usaha yang pegawainya adalah keluarga sendiri. Setiap waktu bisa kumpul sama orang-orang terdekat dan tersayang hehehe.



Balik ke Dapoer Kita. Restoran ini tidak terlalu besar. Namun saya suka tempatnya yang nyaman, bersih dan enak dipandang. Desainnya ala kafe dengan pintu dan jendela terbuat dari kaca berwarna hitam besar tembus pandang luar dalam yang memenuhi bagian depan. Ada berbagai bebungaan dan dedaunan kering yang maaf saya tidak tahu apa itu namanya yang ditaruh di atas pot, di dalam botol beling dan di buat hiasan di bawah lampu. Tempat duduk dan mejanya mayoritas terbuat dari kayu. Ada tempat duduk dan meja tinggi tepat di depan peracikan makanan yang siap disajikan. Lalu di belakang peracikan makanan itu ada lemari kaca tinggi yang diisi dengan berbagai mocel cangkir, gelas, mangkuk dan beberapa sirup marjan yang dibuat hiasan.




Ada berbagai pilihan menu dan minuman yang bisa dipilih di daftar menu. Harga di Dapoer Kita ini agak murah di tempat makan lain yang sudah cukup terkenal di area Causeway Bay. Penyajian makanan dan minuman di rumah makan ini juga menarik. Mereka memakai tampah kecil yang diatasnya diberi kertas makan untu sajian nasi, lalapan dan sejenisnya. Lalu untuk minumannya, semuanya mereka memakai mangkuk atau gelas beling. Menjadi nilai plus karena di tempat lain ada yang beberapa masih memakai bahan yang mayoritas dari plastik dan stereofom.



Dapoer Kita ini bisa menjadi pilihan rumah makan untuk sampeyan yang ingin menikmati kuliner Indonesia di Hong Kong yang suasananya nyama, dan santai ala kekafean.

Alamat Rumah Makan Dapoer Kita: Causeway Bay, Haven Street Nomer 31. 


Yesi Armand Sha, HK, 16 Juli 2019.

2 comments:

YESI ARMAND © 2019 | BY RUMAH ES